Wednesday, October 26, 2011

Pemilik Jam Terbanyak Di Dunia Yg Tercatat Dalam Guinness World Record


Pria ini tercatat dalam Guinness World Records sebagai pemilik jam terbanyak sedunia dengan koleksi lebih dari 1.500 jam dan terpajang di seluruh dinding rumahnya.

Apa yang kita rasakan pada saat liburan?
Kalau saya sih merasa waktu itu cepat sekali berjalan hingga tersadar bahwa besok sudah harus mulai menjalankan aktivitas rutin. Sebaliknya pada saat kuliah atau bekerja, nunggu bel pulang terasa lama.


Adalah seorang pria asal North Berwick, Maine – Amerika Serikat, bernama Jack Schoff yang selalu memiliki banyak ‘waktu’. Tahun 2007 Guinnes World Records mencatatnya sebagai orang yang memiliki ‘jam’ ter banyak sedunia dengan koleksinya (ketika itu) 921 buah (odditycentral.com).







Anehnya, Jack yang sudah mengumpulkan koleksi jam sejak 10 tahun lalu tidak terlalu suka dengan jam. “Saya hanya sekedar mengumpulkannya sebagai oleh-oleh yang bisa saya beli ketika mengunjungi sebuah tempat. Ketika orang-orang mengatakan ‘WOW!’ saya tidak begitu terkesan karena semua orang mengatakan kata hal yang sama.”


Namun Jack terkejut ketika suatu hari di tahun 2007 dia kedatangan tamu dari tim Guinnes World Records. Ternyata salah satu cucunyalah yang berinisiatif untuk mendaftarkan dirinya sebagai pemilik jam terbanyak sedunia.



Sertifikat ini akhirnya membuatnya lebih bergairah lagi menambah koleksi jam. Teman-temannya pun memberikan dukungan. “Beberapa teman memberikan jam tua mereka karena menganggapnya sudah ketinggalan jaman dan tidak pantas bersanding di dinding bersama lukisan-lukisan dan hiasan dinding modern,” kata Jack yang mulai khawatir kehabisan tempat di dinding rumahnya.


Sertifikat kedua datang lagi pada bulan Februari 2010. Guinness World Records masih mengakui dirinya sebagai pemilik jam terbanyak sedunia dengan koleksi 1.509 buah.


Saya tidak bisa membayangkan ketika 1.500 jam berbunyi bersamaan…


Jam berapa sekarang?
Tanyakan pada Jack Schoff. Hanya dia yang tahu ‘jam berapa sekarang’ di belahan dunia manapun.

No comments:

Post a Comment