Saturday, October 4, 2008

Kondisi Kota Saat Lebaran

SEPERTI KOTA MATI YANG TAK BERPENGHUNI


Dua gambar diatas menunjukkan bagaimana kondisi jalan di kota besar (Jakarta) pada saat hari raya Idul Fitri atau kita biasa menyebutnya dengan 'lebaran'. Jalan begitu nampak lengang dan sepi, sedikit sekali kendaraan yang melintas.

Ini sangat jauh jika dibandingkan dengan situasi jalan kota saat hari biasa. Dimana pada saat hari kerja, jalan menjadi macet yang sangat parah karena penuh sesak kendaraan yang melintas dan berjejal. Sementara pertambahan laju jalan yang tidak seimbang dengan laju pertambahan jumlah kendaraan makin memperparah kemacetan yang telah terjadi. Hmmm....

Ketika hiruk pikuk jutaan masyarakat keluar dari kota secara bersamaan pada satu waktu kala 'lebaran' tiba. Mereka menuju kampung halaman mereka masing-masing ketika hari nan fitri ini datang. Berkumpul dan bercengkerama serta kembali mengenang menuju masa lalu mereka.

Sontak Jakarta menjadi sepi senyap seperti tak berpenghuni. Kota yang dipenuhi oleh masyarakat luar kota yang beradu peruntungan demi mendapatkan rezeki tuk menyambung nyawa di kota besar ini tempat dimana 70% dari perputaran uang nasional berada disini, di kota Jancukarta......

Jakarta oh Jakarta pesonamu yang menyilaukan membuat mata mereka tertipu oleh gemerlap semu yang berpendar dari sebuah kota megapolitan ini....

Lebaran memang memunculkan wajah asli kota Jakarta, penduduk asli mereka, kondisi yang sunyi senyap jauh dari hiruk pikuk dan keramaian kota yang sibuk dengan segala macam urusan kehidupan. Tumbuhan jalan pun akhirnya bisa bernapas lega tanpa terpaksa harus menelan racun-racun dari asap knalpot kendaraan dan polusi yang biasanya memenuhi langit kota. Telinga pun terbebas dari deru suara mesin kuda-kuda besi yang meraung-raung. Jalanan kota terasa sangat lebar tak sesempit seperti pada hari biasanya... Suasana seperti kembali ke masa puluhan tahun silam, hehe.

Saat bulan puasa selesai dan berganti dengan hari raya Idul Fitri, Jakarta pun sejenak 'berpuasa' dari segala aktivitas yang selama ini membuat kota ini seperti tak pernah mati. Tak ada lagi deretan antrian di berbagai loket. Nyaris tak ada lagi toko, kantor, dan tempat usaha yang buka. Tak ada lagi tumpukan kendaraan di jalan tol, jalan yang konon katanya dibangun sebagai jalan bebas hambatan....

Peradaban seketika berjalan pelan dan bahkan berjalan mundur... Tak ada lagi hal-hal yang menunjukkan jati diri sebenarnya kota Jakarta.... Jakarta seperti kembali ke masa 50-an, saat kayuhan roda yang berputar mampu merajai jalanan kota.... Hmmm...

Bercerita tentang kondisi kota saat idul fitri, saya punya pengalaman mengenai situasi kota disaat malam menjelang idul fitri. Dua tahun lalu ketika masih berdomisili di Surabaya, saya terdampar di kota itu saat malam sebelum hari raya Idul Fitri. Ya! Tepatnya pada saat hari terakhir puasa dan malam takbiran saya masih mendekam di kamar kos yang tercinta karena ada satu urusan yang belum terselesaikan.

Hmm.. Susahnya minta ampun untuk mencari sesuap nasi di warung untuk mengganjal perut yang sudah kelaparan... Warung-warung sekitar kampus hampir semuanya telah tutup. Beruntunglah dari sekian banyak warung yang tutup, masih ada satu warkop (warung kopi) yang buka. Kalau ke restoran sih pasti adanya, tapi yah maklum beginilah resiko anak kos mencari makan di saat malam menjelang hari raya idul fitri.

Hahahahahaha.... Anda punya pengalaman ketika terjebak dalam situasi kota seperti kota mati saat hari lebaran???? Mengalami kesusahan saat lebaran di kota yang sepi? Atau anda malah menikmati situasi kota ini untuk bermain bola di jalan yang sepi??? Hahahaha... Bagi cerita disini dong...!

Gambar diambil dari sini dan sini

No comments:

Post a Comment