Sunday, December 7, 2008

Pegawai Negeri Sipil

KETIKA PNS MASIH MENJADI IMPIAN DI NEGERI INI


Gambar di atas menunjukkan bagaimana antusiasme masyarakat kita dalam menyambut lowongan kerja pns (pegawai negeri sipil). Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan menjadi seorang pegawai negeri sipil ketika pengumuman penerimaan lowongan kerja CPNS mulai disebarkan melalui banyak media.

Ya! Masyarakat kita masih memandang pekerjaan sebagai PNS adalah sebuah impian besar yang harus diwujudkan. Menjadi PNS adalah pekerjaan yang masih terus diburu sebagian besar masyarakat negeri ini. Lowongan PNS, lowongan CPNS tak pernah sepi dari peminat. Persaingan untuk mendapatkan posisi PNS sangat ketat karena profesi sebagai seorang PNS adalah sebuah masa depan yang cerah.

Tak heran bila banyak orang berebut menjadi seorang PNS baik dengan cara lewat depan dengan mengikuti alur seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) atau lewat belakang via KKN, suap atau yang lain-lain. Hehe... Yang penting jadi PNS. Maaf bila ada yang tersinggung. Hehe... Si fulan yang belum lulus atau baru lulus kuliah tiba-tiba sudah langsung kerja di Pemkot, Pemkab atau si kaya yang tiba-tiba ngantor di kantor instansi pemerintah misalnya... Hmm.. Semua sudah lumrah di negeri surga KKN ini.

Banyak alasan mengapa mereka akhirnya menaruh harapan besar untuk menjadi seorang PNS. Salah satunya adalah banyak keuntungan ketika menjadi PNS. Ketika mereka menjadi PNS maka mereka telah mendapatkan sebuah pekerjaan yang aman dan nyaris bebas dari resiko.

PNS adalah pekerjaan aman karena mereka akan diganjar gaji PNS lewat uang negara (baca: rakyat) selama seumur hidup, yang berupa gaji selama berada dalam masa usia produktif kerja dan gaji pensiun ketika memasuki usia pensiun yang bahkan bisa diwariskan.

Profesi PNS ini juga bisa dikatakan nyaris bebas dari resiko karena mereka aman dari ancaman PHK, selama Pegawai Negeri Sipil itu tidak melakukan tindak pelanggaran disiplin ataupun pelanggaran yang lain yang menyebabkan ia diberhentikan sebagai PNS baik secara hormat maupun tidak hormat. Hmm.. korupsi waktu dikit ga masalah yang penting meski harus makan gaji buta. Hahaha....

Ini sangat berbeda dengan para pegawai swasta, buruh dan pekerja non PNS lainnya yang setiap saat bisa terancam PHK. Karena 'SK pengangkatan' kerja mereka hanya sebatas pada direksi dan tidak mungkin sampai ke owner perusahaan, maka ketika terjadi pencopotan direksi yang berujung pada perubahan peraturan yang akhirnya berimbas pada pegawai swasta. Berbeda dengan PNS yang SK-nya sampai ke tingkat pemerintah pusat. Hmm.. Selama masih ada negeri Indonesia tercinta ini, maka masa depan mereka akan terjamin sangat cerah sekali.. Hihi...

Seperti yang baru-baru ini terjadi ketika krisis ekonomi melanda dunia, maka banyak pekerja di seluruh dunia yang telah mendapatkan PHK (pemutusan hubungan kerja) dari perusahaan tempat mereka berkerja.

Apalagi sekarang saat pemerintah sedang gencar dengan program meningkatkan kesejahteraan para abdi negara lewat kenaikan gaji PNS, kesejahteraan para PNS pun sudah mulai membaik. Gaji guru dinaikkan, gaji aparat disesuaikan dengan inflasi, gaji ketigabelas dll. Ini semakin membuat daya pikat untuk menjadi seorang pegawai pemerintah, PNS.

Mereka yang menjadi PNS dengan bermodalkan ijazah SMA saja ketika pengangkatan otomatis akan mendapatkan gaji PNS golongan IIA sebesar Rp 1,2 juta. Sementara mereka yang mengandalkan ijazah S1 bisa memperoleh gaji PNS untuk golongan IId hingga IIIA sebesar Rp 2 juta keatas. Hmmmm.....

Masa depan sebagai seorang PNS boleh dibilang sudah aman hingga usia tua atau usia pensiun. Selama seorang pegawai tersebut tidak melakukan kesalahan yang berujung pemecatan maka gaji akan terus mengalir ke kantong. Hehe..

Belum lagi fasilitas tunjangan yang beraneka macam bentuk dan variasinya... Hihi.... Hmm.. Siapa tidak tergiur dengan pekerjaan sebagai PNS. Tapi tetap kembali ke diri kita masing-masing. Menjadi PNS adalah sebuah pilihan. Pilihan hidup yang harus tetap dijalani baik dan buruknya sesuai dengan keyakinan individu masing-masing.

Bagaimana dengan anda?

No comments:

Post a Comment