Saya sudah tidak bisa berkomentar apa-apa lagi...
Ah mungkin PSSI kena hukum karma alias kuwalat karena ketua umumnya yang ndak mau turun-turun dari kursi empuknya itu??
Surat Lengkap, Tutup Pentil pun Disoal
Kejadian ini dialami tetanggaku, yang istrinya berjualan sayur, belum lama ini. Seusai belanja dari Pasar Parung, di perjalanan ia dicegat razia polisi. Singkat cerita, Bang Dul, nama tetanggaku itu, bisa menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah dan masih berlaku. Motornya pun terbilang baru, dengan perlengkapan standar. Pokoknya tak ada cela.
Coba, apa yang disoal pak pol yang mencegatnya? Tutup pentil! Kebetulan, salah satu ban motor Bang Dul ini tak ada tutup pentilnya. "Yah, pak timbang tutup pentil aja. Lagian, nggak keliatan," Bang Dul meminta permakluman. (Memang, tutup pentil bisa digolongkan sebagai perlengkapan kendaraan bermotor. Bisa pula tidak. Tergantung siapa yang menyoal. Masalahnya, signifikan tidak bagi keselamatan berkendara?).
Oknum pak pul itu pun punya celah untuk "bermain". "Yah, barang sepuluh ribu," begitu kira-kira, kata pak pul itu. Entah apa yang dimaksudnya. Apakah sepuluh ribu itu jumlah tutup pentil yang harus dipasang Bang Dul? Entahlah. Itu perlu penafsiran lebih jauh.
Tapi Bang Dul rupanya lebih cerdas daripada penulis. Ia langsung mengerti aspirasi pak pul itu. "Pak, coba kalo tadi sebelum ke pasar. Saya bawa tujuh ratus ribu. Sekarang sudah habis dibelanjain," Bang Dul dengan lugunya berapologi.
Nah lo, pak pul kena batunya. Bang Dul pun berlalu tanpa mengeluarkan seperak pun.
Hari ini adalah tanggal 10 November yang selalu kita peringati sebagai hari pahlawan. Ini karena pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran yang sangat hebat di kota Surabaya, yang sekarang terkenal dengan kota Pahlawan karena peristiwa ini. Pertempuran tersebut berlangsung sangat sengit dan sangat hebat dahsyat antara pasukan agresor Belanda yang bersenjata canggih pada masa itu melawan arek-arek Suroboyo yang hanya bersenjatakan bambu runcing dan senjata-senjata tradisional lainnya. Surabaya dibombardir dari segala sisi, udara, laut, dan darat. Surabaya hancur berantakan sehingga menewaskan lebih dari 20000 penduduk Surabaya. Kerusakan terjadi dimana-mana. Mayat-mayat bersimbah darah bergeletakan saling bertindih di jalan, di kolong-kolong jembatan, dimana-mana wis pokoknya...
Meskipun demikian, para pejuang mampu dan berhasil memukul mundur pasukan Belanda bahkan salah satu pemimpin mereka yang bernama Mallaby tewas dalam pertempuran ini. Sungguh sebuah mukjizat yang turun dari langit. Belanda yang turun dengan pasukan bersenjatakan senjata modern kalah melawan pejuang-pejuang kita yang turun dengan peralatan perang sederhana. Ini sepatutnya mampu menjadikan gambaran bahwa dengan semangat yang tinggi, apapun bisa kita capai seberapapun beratnya halangan dan rintangan yang menghadang.
Masihkah kita meneladani apa arti perjuangan itu sendiri sekarang ini. Pastinya kita terlena dengan kenikmatan yang kita rasakan setelah berpuluh-puluh tahun merdeka tanpa pernah sadar bahwa kemerdekaan ini diraih dengan keringat, darah dan bahkan nyawa dari para pahlawan. Seandainya para pahlawan-pahlawan tersebut hidup lagi saat sekarang ini, mungkin mereka akan menangis melihat bumi dan tanah air yang dulu mereka pertahankan dan hingga merdeka kini telah mengalami kerusakan di berbagai bidang, baik fisik maupun nonfisik. Korupsi Kolusi dan Nepotisme menjamur di segala pelosok negeri, bak cendawan di musim hujan. Pembunuhan, perampokan, kejahatan hampir setiap saat terjadi dimana-mana. Konflik antar etnis, konflik bernuansa SARA acap kali mewarnai derap langkah pembangunan bangsa ini. Dimana semangat yang dulu pernah membara saat Sumpah Pemuda dideklarasikan. Persatuan dan Kesatuan bangsa yang dulu pernah dirintis?
Satu lagi, Surabaya sekarang ini sudah bukan lagi cocok dengan sebutan kota Pahlawan. Lha wong aset-aset peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perjuangan para pahlawan hampir sangat sulit untuk dilihat lagi. Dan dari yang sedikit itu pula hampir jarang dirawat keberadaannya. Malah pusat-pusat perbelanjaan modern yang bermunculan, yang dibangun. Perumahan elit bergaya dan berarsitektur Eropa dan apa saja yang mengandung unsur Barat berkembang pesat.
TANYA KENapa?
